Lewati ke konten

Singa dari suku Yehuda: Apa artinya hal ini bagi Yesus

    Gambar: Pixabay – Reproduksi

    Apa artinya menjadi Singa dari suku Yehuda, gelar apa yang membuat Yesus Kristus dikenal? Yesus Kristus mendapat gelar Singa dari Suku Yehuda karena keluarganya (leluhur manusia-Nya) berasal dari Suku Yehuda.

    Penyebutan pertama gelar ini dalam Alkitab terdapat dalam Wahyu 5:5: Yesus Kristus digambarkan sebagai Singa dari suku Yehuda. Hal ini merujuk pada nubuat yang diucapkan oleh Yakub, bahwa Juruselamat akan datang melalui keturunannya. Setiap anak Yakub menjadi nama sebuah suku di Israel.

    Dalam hal ini, tak lama sebelum wafat, Yakub bernubuat bahwa Sang Juruselamat akan menjadi seekor singa, yang memerintah dengan kekuasaan tertinggi.

    Singa umumnya dikenal sebagai raja di antara hewan-hewan. Singa memiliki kekuatan untuk menguasai seluruh wilayahnya dan merupakan hewan yang perkasa di mata hewan-hewan lain. Karena itu, singa menjadi simbol para raja.

    Masih sesuai dengan nubuat Yakub, melalui salah satu suku Israel, akan ada sebuah kerajaan yang kekal, yang benar-benar dilestarikan oleh Yesus Kristus.

    Hal itu memang benar adanya: perkataan, ajaran, pelajaran, dan pedoman Kristen adalah cara yang sesungguhnya untuk menjalani kehidupan yang selaras dengan Allah. “Kerajaan” tersebut bukanlah dalam arti harfiah, sama seperti gelar Yesus sebagai “raja dari suku Yehuda” yang juga bersifat kiasan. 

    Berkat orang tua-Nya yang manusia, Maria dan Yusuf, Yesus merupakan keturunan Raja Daud, yang berasal dari suku Yehuda, sebagaimana kemudian Yakub juga demikian.

    Menurut Filipi 2:9-11, Yesus Kristus adalah Singa dari Yehuda, karena Ia memiliki kuasa dan kekuatan untuk mempertahankan pemerintahan-Nya yang masih berlaku hingga saat ini, melalui semua orang Kristen yang setia. Dengan demikian, Yesus Kristus juga memperoleh gelar “raja”, namun secara kiasan.

    Arti kata "singa" dalam ayat-ayat Alkitab

    Melalui ayat-ayat Alkitab, dapat dipahami bahwa sosok singa melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Menurut Amsal 28:1, singa tidak takut pada apa pun, menanamkan rasa hormat, merupakan raja di antara semua binatang, serta binatang yang paling mengagumkan di seluruh wilayahnya dan di luar wilayahnya.

    Namun, singa tidak selalu dikaitkan dengan kerajaan dan makna-makna positif. Menurut 1 Petrus 5:8, singa juga merupakan hewan yang ganas dan kejam, yang menyerang korbannya tanpa belas kasihan. Satu gigitan saja sudah cukup untuk membuat serangan singa berakibat fatal.

    Itulah sebabnya iblis itu seperti singa, yang ingin memusnahkan seluruh umat manusia. Dalam bagian-bagian Alkitab lainnya, sosok singa, melalui serangannya, juga melambangkan hukuman yang dijatuhkan Tuhan kepada para pendosa.

    Namun demikian, gelar Yesus Kristus sebagai Singa dari suku Yehuda tidak dapat dikaitkan dengan sifat-sifat buruk dan naluri bertahan hidup hewan tersebut, melainkan hanya dengan aspek-aspek positifnya.

    Apa itu suku Yehuda?

    Suku Yehuda adalah suku yang paling padat penduduknya di antara suku-suku Israel. Namun, perlu juga diperhatikan suku Yusuf, yang secara tradisional terbagi menjadi dua setengah suku, yaitu Efraim dan Manasye.

    Dalam Bilangan 1:26-27, suku Yehuda memiliki lebih dari 70 ribu anggota, yang menunjukkan betapa pentingnya suku tersebut di antara bangsa Israel.

    Pentingnya dan keagungan suku Yehuda juga dapat dilihat dalam kumpulan teks-teks suci yang muncul kemudian, seperti dalam Kitab Keluaran. Saat itu sudah memasuki masa monarki. Namun demikian, Yehuda tetap merupakan salah satu suku yang menonjol di antara suku-suku Israel.

    Dalam hal ini, terlepas dari perdebatan mengenai apakah semua suku Israel datang dengan bermigrasi dari Mesir atau apakah mereka sebelumnya merupakan penduduk asli Palestina, penafsiran yang paling masuk akal adalah bahwa suku Yehuda, bersama dengan suku-suku Israel lainnya, datang dari Mesir.

    Untuk lebih menggambarkan pentingnya suku Yehuda dalam Alkitab, kita perlu merujuk pada beberapa ayat suci. 

     Setelah kematian Yosua, penerus Musa yang memimpin bangsa Israel dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji, bangsa Israel bertanya kepada Tuhan mengenai suku mana yang pertama kali harus mendiami wilayah-Nya. Jawabannya adalah suku Yehuda.

    Dalam hal ini, kita dapat memahami pentingnya dan keagungan suku Yehuda dalam konteks Alkitab, begitu pula dengan para tokoh Israel yang paling berpengaruh, yang menantikan dan bernubuat tentang kedatangan Sang Juruselamat sebagai salah satu keturunan mereka, yaitu Yesus Kristus. 

    Karena itu, Yesus Kristus dipuji sebagai “raja” dari suku tersebut (hanya dalam arti kiasan) dan Singa dari suku Yehuda, Sang Juruselamat yang telah lama dijanjikan oleh Allah, yang akhirnya hadir di tengah-tengah bangsa Israel. Semua itu merupakan bagian dari rencana Allah untuk kedatangan Putra Tunggal-Nya.