Lewati ke konten

Saran bagi kaum muda Kristen mengenai pacaran

    Di dunia saat ini, semakin sulit menemukan pasangan yang mengikuti ajaran Kristen yang sejati, terutama di Brasil. Hal ini terutama terjadi pada masa pacaran.

    Hal ini karena tidak ada ajaran dalam Alkitab mengenai masa pacaran dalam suatu hubungan. Alkitab ditulis pada zaman dan di wilayah di mana jenis hubungan seperti itu belum ada.

    Namun, kita perlu memperbarui cara pandang kita mengenai hubungan-hubungan saat ini. Terutama karena dalam Roma 12:2 tertulis bahwa setiap orang harus memperbarui pikirannya sesuai dengan pikiran Kristus. Oleh karena itu, tidak ada dosa sama sekali dalam berpacaran.

    Namun, komitmen tersebut harus dijalin sesuai dengan praktik-praktik yang baik sebagaimana tertulis dalam Alkitab. Pada masa Alkitab ditulis, yang ada hanyalah pertunangan dan pernikahan.

    Dengan demikian, masa pacaran dapat menjadi masa yang bermanfaat bagi sepasang kekasih untuk membangun cinta secara utuh. Masa ini seharusnya menjadi berkah bagi pasangan tersebut, bukan sekadar hubungan sesaat atau petualangan fisik.

    Singkatnya, pacaran Kristen harus selalu bertujuan akhir pada pernikahan. Tanpa itu, itu bukanlah pacaran Kristen.

    Gambar: Pixabay – Reproduksi

    Apa saja nasihat terbaik bagi kaum muda Kristen mengenai pacaran?

    Ada beberapa nasihat yang dapat menjadi panduan bagi kaum muda Kristen dalam hal berpacaran. Dengan demikian, ketika menjalin hubungan pacaran dengan seseorang, hubungan tersebut akan diberkati oleh Tuhan.

    Simak saran-saran terbaik bagi kaum muda Kristen mengenai pacaran:

    1. Prioritaskan persahabatan terlebih dahulu

    Sebagaimana dijelaskan dalam Alkitab, hubungan yang mendahului pernikahan adalah pertunangan, bukan pacaran, meskipun tradisi telah berubah. Nasihat yang sangat baik bagi kaum muda Kristen mengenai pacaran adalah untuk lebih mengutamakan persahabatan sebelum mencari pasangan.

    Hanya melalui persahabatanlah kita dapat benar-benar mengenal seseorang, sehingga kemudian dapat memutuskan apakah akan menjalin hubungan yang lebih serius atau tetap sekadar berteman. Hal ini karena pacaran Kristen memiliki tujuan yang jelas, yaitu pernikahan.

    2. Jadikanlah Tuhan sebagai prioritas utama

    Alkitab mengajarkan bahwa Anda harus mengasihi Tuhan di atas segalanya. Hal ini berlaku baik untuk mengasihi diri sendiri maupun mengasihi pasangan Anda. Hal ini dijelaskan dengan jelas dalam Matius 6:33: hanya dengan mengutamakan Tuhan, hal-hal lain akan ditambahkan ke dalam hidup Anda.

    Oleh karena itu, janganlah mengabaikan ajaran dan komitmen spiritual demi mencari pacar atau bahkan saat sudah menjalin hubungan.

    3. Mintalah restu dari orang tua Anda

    Menghormati orang tua adalah salah satu perintah yang sangat penting dalam agama Kristen. Oleh karena itu, sebelum memulai hubungan pacaran, mintalah restu dari orang tua atau wali Anda.

    Dalam hal ini, mintalah juga bimbingan dan nasihat mengenai hubungan pacaran. Dalam Amsal 11:14, diajarkan betapa berharganya nasihat agar kita tidak tersesat ke arah yang salah.

    4. Kenali tujuan hidup pasangan Anda

    Penting untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang juga memeluk agama Kristen, bukan sekadar orang yang tidak taat beragama. Hal ini akan membuat hubungan, rasa saling menghormati, dan kualitas hidup kalian sebagai pasangan menjadi lebih seimbang.

    Penting juga agar pasangan Anda memiliki tujuan hidup yang serupa dengan Anda, seperti tinggal bersama, memiliki anak, ambisi karier, atau bahkan mengadopsi hewan peliharaan.

    Karena masa pacaran merupakan semacam persiapan menuju pernikahan, pasangan tersebut harus memiliki harapan hidup yang selaras.

    5. Berharaplah kepada Tuhan

    Tidak ada gunanya terus-menerus mencari pasangan dengan putus asa untuk menjadi pacar atau bahkan suami Anda. Dalam Amsal 19:2b diajarkan bahwa jika Anda kehilangan kesabaran, Anda juga akan kehilangan peluang.

    Oleh karena itu, percayalah kepada Tuhan dan berdoalah agar mendapatkan pasangan yang tepat. Itulah cara untuk memastikan bahwa Anda akan memiliki hubungan yang diberkati oleh Tuhan dan Yesus.

    6. Jangan mengabaikan kesalahan serius

    Sebagaimana pun Anda mengenal seseorang yang beragama Kristen, ia mungkin memiliki kekurangan yang tidak bisa diabaikan dalam suatu hubungan. Hal ini karena kita adalah manusia, yang semuanya rentan melakukan dosa, berlebihan, dan memiliki kekurangan.

    Namun, dengan membiarkan perilaku atau konflik tertentu, tidak akan ada jalan menuju pernikahan yang langgeng dan bahagia, seperti: membiarkan perselingkuhan, membiarkan kurangnya komitmen terhadap kesucian dari kedua belah pihak, atau membiarkan kurangnya tujuan dalam pernikahan.

    Berkencan dengan orang seperti itu bukanlah hubungan pacaran yang Kristen. Itu hanyalah hubungan singkat yang bisa menimbulkan banyak penderitaan. Karena itu, jadikanlah orang tersebut sebagai teman terlebih dahulu sebelum menjalin hubungan pacaran dengannya.